Tontonan yang Membantu Anak Belajar Mengatur Emosi: Bukti Penelitian dan Rekomendasi Program
Tontonan yang membantu anak belajar mengatur emosi merupakan media audiovisual yang dirancang atau dipilih secara cermat untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Secara umum, tontonan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mengajarkan anak bagaimana mengenali, memahami, dan mengelola berbagai emosi seperti marah, sedih, cemas, dan senang. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar konten edukatif yang menekankan pengaturan emosi cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengekspresikan perasaan mereka secara tepat dan berinteraksi dengan teman sebaya dengan cara yang lebih positif. Misalnya, sebuah studi di Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa karakter fiksi yang menunjukkan strategi coping saat menghadapi konflik atau frustrasi membantu anak meniru perilaku tersebut dalam kehidupan nyata. Selain itu, program-program interaktif yang mengombinasikan cerita dengan pertanyaan reflektif atau aktivitas diskusi terbukti lebih efektif dibandingkan tontonan pasif, karena anak secara aktif memproses emosi dan belajar cara mengendalikannya. Rekomendasi program untuk orang tua dan pendidik mencakup memilih tontonan dengan durasi yang sesuai usia, menghadirkan cerita yang realistis namun positif, serta mendampingi anak sambil memberi kesempatan mereka berdiskusi atau mengekspresikan perasaan yang muncul selama menonton. Trivia menarik: anak usia 3–6 tahun cenderung meniru ekspresi emosi karakter yang mereka sukai, sehingga memilih tokoh yang menampilkan cara sehat mengatasi kemarahan atau kecewa dapat meningkatkan kemampuan pengaturan emosi mereka secara signifikan. Tontonan yang tepat, ketika dipadukan dengan interaksi orang tua yang suportif, menjadi alat yang efektif untuk menumbuhkan kecerdasan emosional anak sejak dini.