Bertemu Dunia, Mengenal Diri: Pengalaman Budaya Asli dan Budaya Asing Anak Saat Liburan
Cover edited
Pengalaman budaya selama liburan menjadi momen berharga bagi anak untuk belajar mengenal dunia sekaligus memahami jati dirinya. Ketika anak berinteraksi dengan budaya asli di lingkungannya dan membandingkannya dengan budaya asing, proses belajar terjadi secara alami dan menyenangkan.
Secara pengertian, pengalaman budaya adalah keterlibatan anak dalam kebiasaan, nilai, bahasa, makanan, seni, dan cara hidup suatu masyarakat. Pengalaman ini membentuk cara pandang anak terhadap perbedaan dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang sehat.
Budaya asli biasanya lebih dekat dengan kehidupan anak sehari-hari. Tradisi keluarga, bahasa daerah, makanan khas, atau upacara lokal menjadi bagian dari identitas yang memberi rasa aman dan kebanggaan. Liburan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pengalaman ini.
Contoh sederhana pengalaman budaya asli saat liburan adalah ketika anak diajak pulang ke kampung halaman, mengikuti tradisi keluarga, atau mengenal cerita rakyat daerah. Dari situ anak belajar tentang asal-usul, kebersamaan, dan nilai gotong royong.
Di sisi lain, pengalaman budaya asing memberi warna baru bagi pemahaman anak tentang dunia. Budaya asing bisa dikenalkan melalui perjalanan, pertemanan lintas budaya, buku cerita, film anak, atau aktivitas tematik yang memperkenalkan kebiasaan negara lain.
Ketika anak mengenal budaya asing, mereka belajar bahwa cara hidup manusia bisa berbeda-beda namun tetap saling menghargai. Misalnya, anak mengenal kebiasaan makan, cara berpakaian, atau perayaan khas negara lain dengan rasa kagum, bukan penolakan.
Perpaduan pengalaman budaya asli dan asing membantu anak mengembangkan sikap toleransi. Anak tidak hanya bangga dengan budayanya sendiri, tetapi juga terbuka terhadap perbedaan yang ditemuinya.
Liburan menjadi waktu ideal karena anak tidak terikat pada tekanan akademik. Pengalaman budaya dapat hadir melalui aktivitas santai seperti memasak makanan tradisional, mencoba tarian daerah, atau bermain peran dengan tema budaya asing.
Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mendampingi pengalaman budaya ini. Penjelasan yang sederhana dan dialog terbuka membantu anak memahami makna di balik setiap kebiasaan budaya.
Dalam konteks pendidikan anak usia dini, pengalaman budaya mendukung perkembangan sosial dan emosional. Anak belajar empati, menghargai perbedaan, dan membangun identitas diri secara positif.
Pengalaman budaya yang seimbang membuat anak tumbuh sebagai individu yang percaya diri dan inklusif. Mereka belajar bahwa mengenal budaya lain tidak menghilangkan budaya sendiri, tetapi justru memperkaya pemahaman.
Pada akhirnya, liburan dengan pengalaman budaya asli dan budaya asing adalah investasi karakter jangka panjang. Anak tumbuh dengan wawasan luas, sikap terbuka, dan rasa hormat terhadap keberagaman.
Referensi:
Berk, L. E. (2013). Child Development. Pearson Education.
Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development. McGraw-Hill.
UNESCO. (2017). Learning to Live Together: Intercultural Education.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16 Perdamaian dan Keadilan