Tips dan Trik Meningkatkan Fokus Anak Saat Belajar Sambil Bermain
Belajar sambil bermain menjadi pendekatan yang sangat populer dalam pendidikan anak usia dini. Pendekatan ini dianggap mampu membuat anak lebih nyaman dan tidak tertekan. Namun, tantangan yang sering muncul adalah fokus anak yang mudah teralihkan saat bermain sehingga tujuan belajar tidak tercapai secara optimal.
Fokus belajar dapat diartikan sebagai kemampuan anak untuk memusatkan perhatian pada suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Pada anak usia dini, fokus masih berkembang dan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik, emosi, lingkungan, serta cara orang dewasa mendampingi proses belajar.
Bermain sendiri merupakan dunia alami anak. Saat bermain, anak belajar mengenal konsep, aturan, dan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, belajar sambil bermain bukan berarti membiarkan anak bermain bebas tanpa arah, melainkan mengarahkan aktivitas bermain agar tetap memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.
Salah satu trik penting untuk meningkatkan fokus adalah memilih jenis permainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Permainan yang terlalu sulit dapat membuat anak frustrasi, sementara permainan yang terlalu mudah membuat anak cepat bosan. Keseimbangan ini membantu anak tetap tertarik dan fokus.
Lingkungan belajar juga berperan besar. Ruang yang terlalu ramai, penuh distraksi visual, atau suara bising dapat mengganggu konsentrasi anak. Lingkungan yang tertata sederhana, aman, dan nyaman membantu anak lebih mudah memusatkan perhatian saat bermain sambil belajar.
Pendampingan orang dewasa menjadi kunci utama. Kehadiran guru atau orang tua bukan untuk mengontrol secara berlebihan, tetapi untuk memberi arahan ringan, pertanyaan pemantik, dan dukungan emosional. Interaksi yang hangat membuat anak merasa diperhatikan dan termotivasi.
Contoh konkret dapat dilihat saat anak bermain balok. Orang dewasa dapat mengajak anak menghitung jumlah balok, mengenali warna, atau membuat pola sederhana. Dengan cara ini, anak tetap bermain namun fokus belajarnya terjaga secara alami.
Variasi aktivitas juga membantu menjaga fokus anak. Terlalu lama pada satu jenis permainan dapat membuat anak lelah. Mengombinasikan permainan fisik, permainan peran, dan permainan meja membantu anak tetap segar dan antusias.
Durasi bermain perlu disesuaikan dengan rentang perhatian anak. Aktivitas singkat namun bermakna lebih efektif dibandingkan kegiatan panjang yang memaksa. Istirahat singkat di sela aktivitas juga membantu anak mengembalikan fokus.
Apresiasi sederhana seperti pujian verbal atau ekspresi bangga dari orang dewasa dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Anak yang merasa dihargai cenderung lebih berusaha untuk fokus dan terlibat dalam aktivitas belajar.
Meningkatkan fokus anak saat belajar sambil bermain bukan tentang menuntut anak duduk diam, tetapi tentang menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, terarah, dan sesuai dengan dunia anak.
Dengan pendekatan yang tepat, belajar sambil bermain dapat menjadi strategi efektif untuk membangun fokus, rasa ingin tahu, dan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak dini.
Referensi: Hirsh-Pasek, K., et al. 2015. Learning Through Play. Hurlock, E. B. 2013. Child Development. Morrison, G. S. 2015. Early Childhood Education Today.
Created: Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah, Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
Artikel ini mendukung SDGs tujuan ke-4 Quality Education yang menekankan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berpusat pada perkembangan anak.