Teori Ecological Systems Bronfenbrenner: Memetakan Faktor Risiko Gizi dan Kekerasan Anak.
Studi akademis menunjukkan bahwa mengatasi masalah kompleks seperti stunting dan kekerasan anak tidak cukup hanya dengan intervensi tunggal. Para peneliti menegaskan bahwa masalah ini adalah hasil dari interaksi berlapis dalam lingkungan anak. Kerangka pemahaman terbaik untuk mengurai kerumitan ini adalah Teori Sistem Ekologi (Ecological Systems Theory) yang dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner. Teori ini memungkinkan kita memetakan akar masalah mulai dari kamar anak hingga kebijakan pemerintah, mengubah cara pandang kita dari menyalahkan individu menjadi memperbaiki sistem.
Definisi Kunci: Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner adalah kerangka kerja psikologi perkembangan yang memandang perkembangan anak dipengaruhi oleh lima lapisan sistem lingkungan yang saling berinteraksi: Mikrosistem (lingkungan terdekat, seperti keluarga dan PAUD), Mesosistem (hubungan antar mikrosistem), Eksosistem (lingkungan yang tidak langsung memengaruhi, seperti tempat kerja orang tua), Makrosistem (budaya dan nilai sosial), dan Kronosistem (perubahan seiring waktu).
Memetakan Risiko Gizi dan Kekerasan
Dengan lensa Bronfenbrenner, kita dapat melihat faktor risiko gizi buruk (malnutrisi/stunting) dan kekerasan anak sebagai berikut:
Mikrosistem (Keluarga dan PAUD): Risiko muncul dari pola asuh yang kurang responsive (misalnya, ayah yang tidak terlibat aktif) atau kebiasaan makan yang buruk. Kekerasan terjadi karena stres orang tua, kurangnya pemahaman Positive Discipline, atau sanitasi yang buruk di rumah.
Mesosistem (Hubungan Antar Lingkungan): Risiko meningkat ketika terdapat diskoneksi antara PAUD dan rumah—misalnya, pesan gizi yang diajarkan di PAUD (makan sayur) tidak didukung oleh praktik makan di rumah.
Eksosistem (Tidak Langsung): Risiko berasal dari faktor eksternal, seperti tempat kerja orang tua yang tidak menyediakan cuti melahirkan/mengasuh (paternity leave), atau keterbatasan akses pada fasilitas air bersih karena kebijakan infrastruktur daerah.
Makrosistem (Budaya dan Kebijakan): Risiko timbul dari norma budaya yang membenarkan kekerasan fisik sebagai metode disiplin, atau kebijakan nasional yang belum memprioritaskan anggaran school feeding programs secara merata.
Trivia Menarik: Urie Bronfenbrenner (1917–2005) adalah seorang psikolog Rusia-Amerika. Teori ini awalnya dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana lingkungan sosial berkontribusi pada kemiskinan dan perkembangan anak, sehingga sangat relevan untuk menganalisis Social Determinants of Health dan Social Determinants of Education.
Contoh Praktis Intervensi PAUD
Penerapan teori ini menuntut PAUD bergerak menjadi PAUD Holistik Integratif (HI) yang berinteraksi di berbagai tingkatan sistem:
Tingkat Mikrosistem (Aksi PAUD): Guru menerapkan Program Gizi Harian dan mengajarkan Keterampilan Perlindungan Diri pada anak. Guru juga wajib menerapkan Positive Discipline dan anti-diskriminasi.
Tingkat Mesosistem (Kemitraan): PAUD mengadakan Edukasi Parenting yang fokus pada gizi dan Child Protection secara rutin, memastikan pesan PAUD sejalan dengan praktik di rumah. PAUD juga menjalin kemitraan aktif dengan Posyandu dan Puskesmas setempat.
Tingkat Eksosistem (Advokasi Komunitas): PAUD berkolaborasi dengan tokoh masyarakat atau perusahaan lokal untuk memastikan adanya akses air bersih atau penyediaan makanan bergizi dengan harga terjangkau di sekitar sekolah.
Tingkat Makrosistem (Pengaruh Kebijakan): Lulusan S3 PAUD atau Kepala Sekolah berpartisipasi aktif dalam forum kebijakan daerah untuk mendorong peningkatan anggaran bagi program PAUD HI atau penguatan Peraturan Daerah Anti-Kekerasan Anak.