Teknik Expansion dan Extension: Cara Cerdas Mengembangkan Kalimat Pendek Anak
Teknik Expansion dan Extension merupakan strategi stimulasi bahasa yang digunakan orang dewasa untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara secara alami. Kedua teknik ini berfokus pada respons terhadap ujaran anak, terutama ketika anak masih menggunakan kalimat pendek atau satu–dua kata. Melalui interaksi sehari-hari yang hangat dan bermakna, orang tua maupun pendidik dapat memperkaya kosakata, struktur kalimat, serta kemampuan berpikir anak tanpa membuat anak merasa sedang “diajari”.
Teknik Expansion adalah cara mengembangkan kalimat anak dengan mengulang kembali ucapan anak lalu memperbaiki atau menambahkan unsur bahasa yang belum lengkap, seperti subjek, predikat, atau keterangan, tanpa mengubah makna aslinya. Misalnya, ketika anak berkata, “Mobil merah,” orang dewasa dapat merespons, “Iya, itu mobil merah yang besar.” Dengan cara ini, anak mendengar model kalimat yang lebih lengkap dan benar secara tata bahasa, sehingga secara perlahan ia belajar menyusun kalimat yang lebih kompleks.
Sementara itu, teknik Extension dilakukan dengan memperluas makna ujaran anak dengan menambahkan informasi baru yang masih relevan dengan konteks. Contohnya, saat anak mengatakan, “Kucing tidur,” orang dewasa dapat menanggapi, “Iya, kucingnya tidur di sofa karena capek bermain.” Teknik ini tidak hanya mengembangkan bahasa, tetapi juga membantu anak memahami sebab-akibat, deskripsi, dan hubungan antarkonsep, sehingga mendukung perkembangan kognitifnya.
Penerapan teknik Expansion dan Extension sangat efektif untuk anak usia dini karena selaras dengan cara anak belajar bahasa, yaitu melalui peniruan dan interaksi sosial. Anak tidak perlu dipaksa mengulang kalimat panjang, melainkan cukup mendengarkan contoh yang benar dan kaya. Dalam konteks PAUD atau lingkungan keluarga, teknik ini dapat diterapkan saat bermain, membaca buku cerita, makan bersama, atau dalam percakapan santai sehari-hari.
Menariknya, banyak orang tua dan guru sebenarnya sudah menggunakan teknik ini tanpa menyadarinya. Trivia menariknya, penelitian perkembangan bahasa menunjukkan bahwa anak yang sering mendapatkan respons expansion dan extension cenderung memiliki kosakata lebih kaya dan kemampuan bercerita yang lebih baik saat memasuki usia sekolah. Bahkan, kualitas respons orang dewasa terbukti lebih berpengaruh dibandingkan banyaknya mainan atau media belajar yang dimiliki anak. Hal ini menegaskan bahwa interaksi sederhana namun responsif adalah kunci cerdas dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak.