Teaching Skills dan Microlearning: Bekal Penting bagi Mahasiswa Pendidikan
Mengapa Teaching Skills Penting bagi Mahasiswa Pendidikan
Teaching skills adalah keterampilan mengajar yang wajib dikuasai mahasiswa pendidikan agar siap menghadapi tantangan di dunia pembelajaran. Keterampilan ini mencakup cara membuka dan menutup pembelajaran, memberikan instruksi jelas, bertanya efektif, mengelola kelas, serta memberikan umpan balik yang tepat. Teaching skills merupakan modal utama calon pendidik untuk menciptakan proses belajar yang efektif dan menyenangkan.
Penelitian menunjukkan bahwa penerapan microteaching sebagai metode pelatihan mengajar secara terkontrol sangat efektif dalam mengembangkan keterampilan dasar mengajar calon guru, termasuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengelolaan kelas. Praktik ini membantu mahasiswa merasakan pengalaman nyata sekaligus refleksi terhadap proses mengajar mereka. Warunayama+1
Microlearning: Cara Belajar Efisien untuk Mahasiswa
Microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan materi dalam bagian kecil, fokus, dan mudah dicerna. Untuk mahasiswa pendidikan, microlearning membantu menguasai konsep pedagogik dan teknik mengajar secara bertahap namun mendalam. Materi yang dibagi menjadi bagian singkat membuat mahasiswa dapat belajar sesuai ritme mereka dan mengurangi beban kognitif sekaligus meningkatkan retensi pengetahuan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan microlearning berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas pembelajaran secara umum, menandakan bahwa strategi ini berkontribusi pada pengalaman belajar yang lebih efektif dan hasil yang optimal.
Teaching skills dan microlearning saling memperkuat proses pembelajaran mahasiswa pendidikan. Microteaching memberikan ruang praktik mengajar dan refleksi, sedangkan microlearning menyokong proses penguasaan teori dan teknik pedagogik secara efisien. Kombinasi keduanya membantu mahasiswa menjadi pendidik yang siap secara kompeten di kelas nyata, baik di PAUD, SD, maupun jenjang lainnya.
Melalui microlearning, mahasiswa dapat mempelajari satu aspek keterampilan mengajar secara fokus (misalnya strategi bertanya atau pemberian umpan balik), lalu langsung mempraktikkannya dalam sesi microteaching. Pola ini menciptakan siklus pembelajaran yang reflektif dan berkelanjutan.
Trivia Menarik
Teaching skills bukan hanya soal kemampuan menyampaikan materi, tetapi kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung setiap peserta didik.
Microlearning membuat materi yang berat terasa ringan karena dibagi ke dalam unit yang mudah diingat.
Latihan microteaching yang sering dilakukan meningkat kemampuan mahasiswa dalam merencanakan dan mengeksekusi pembelajaran nyata.
Belajar melalui microlearning membantu mahasiswa tetap fokus dan termotivasi karena materi disusun dalam bagian yang singkat tetapi bermakna.
Sumber:
Ginting, R. F., & Aulia, P. (2024). Peran Microteaching dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Bagi Calon Guru. Sindoro: Cendikia Pendidikan.
Putri, C. A., & Ginting, R. F. (2024). Penerapan Metode Micro Teaching untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Calon Guru. Sindoro: Cendikia Pendidikan.
Siregar, E., Aswan, D., & Adning, M. (2025). Correlation Between Experiential Learning and Micro-Learning Approaches in Enhancing Learning Quality. Jurnal Teknodik.
Penulis:
Nurlaili Firda Yuniar
Mahasiswa S1 PG-PAUD
Universitas Negeri Surabaya (UNESA)