Tanda-tanda Awal Speech Delay yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Tanda-tanda Awal Speech Delay yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Apa Itu Speech Delay?
Speech delay atau keterlambatan bicara adalah kondisi ketika anak belum mampu berbicara sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Anak dengan speech delay umumnya memahami apa yang dikatakan orang lain, tetapi mengalami kesulitan mengekspresikan diri melalui kata atau kalimat.
Perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, namun ada batas usia tertentu di mana kemampuan berbicara seharusnya sudah mulai terlihat. Jika keterlambatan ini tidak segera ditangani, bisa berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, dan emosional anak di kemudian hari.
đź§ Trivia Seru: Tahukah Kamu?
-
Sekitar 8–12% anak usia prasekolah mengalami speech delay (American Speech-Language-Hearing Association, 2021).
-
Anak laki-laki dua kali lebih berisiko mengalami keterlambatan bicara dibandingkan anak perempuan.
-
Penggunaan gadget berlebihan tanpa interaksi langsung dapat memperlambat perkembangan bicara anak.
-
Otak anak paling sensitif terhadap perkembangan bahasa pada usia 0–3 tahun, dikenal sebagai golden age of language development.
🔍 Tanda-tanda Awal Speech Delay Berdasarkan Usia
1. Usia 0–12 Bulan
-
Jarang mengoceh atau menirukan suara.
-
Tidak merespons ketika dipanggil namanya.
-
Tidak menunjukkan minat terhadap suara atau musik.
-
Tidak mengeluarkan suara “babbling” seperti ba-ba atau ma-ma.
2. Usia 12–24 Bulan
-
Belum bisa mengucapkan satu kata pun seperti “mama” atau “papa”.
-
Tidak berusaha menirukan kata dari orang dewasa.
-
Sulit memahami perintah sederhana seperti “ambil bola” atau “dadah dulu”.
-
Lebih sering menunjuk atau menarik tangan orang dewasa untuk meminta sesuatu daripada berbicara.
3. Usia 2–3 Tahun
-
Kosakata sangat sedikit (kurang dari 50 kata).
-
Belum bisa menyusun dua kata menjadi kalimat sederhana seperti “mau susu”.
-
Ucapannya sulit dimengerti oleh orang lain.
-
Tidak menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya.
4. Usia 3 Tahun ke Atas
-
Kalimat masih terbatas dan tidak lengkap.
-
Sering frustasi saat mencoba berbicara.
-
Tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana.
-
Tampak lebih senang bermain sendiri daripada berinteraksi verbal dengan orang lain.
🩺 Penyebab Umum Speech Delay
-
Kurangnya stimulasi verbal dari lingkungan sekitar.
-
Paparan gadget berlebihan tanpa interaksi dua arah.
-
Gangguan pendengaran, sehingga anak sulit meniru suara.
-
Faktor genetik atau neurodevelopmental, seperti autisme atau gangguan pemrosesan bahasa.
-
Masalah otot mulut (oral motor) yang menghambat produksi suara.
đź’ˇ Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
-
Sering Ajak Anak Bicara
Gunakan bahasa sederhana, jelaskan setiap aktivitas, dan ajak anak merespons. -
Kurangi Gadget dan TV
Gantilah waktu layar dengan percakapan langsung atau kegiatan bermain bersama. -
Bacakan Buku Cerita Setiap Hari
Buku bergambar membantu anak mengenal kosakata dan konteks bahasa. -
Gunakan Lagu dan Gerakan
Bernyanyi membantu anak meniru intonasi dan ritme bahasa dengan cara menyenangkan. -
Konsultasikan ke Ahli
Jika tanda keterlambatan tetap muncul setelah usia dua tahun, segera konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara untuk evaluasi lebih lanjut.