Seni Rupa sebagai Sarana Penguatan Profil Pelajar Pancasila di PAUD
Seni rupa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar kegiatan menggambar atau mewarnai, tetapi merupakan wahana penting dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter dan identitas bangsa yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Melalui kegiatan seni rupa, anak-anak belajar mengekspresikan diri, mengembangkan imajinasi, dan menumbuhkan rasa estetika sejak dini. Proses berkarya seni mengajarkan anak untuk berpikir kreatif, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan berani mencoba hal baru—semua ini merupakan pondasi dari karakter pelajar yang beriman, bernalar kritis, dan kreatif.
Menariknya, perkembangan seni rupa di PAUD kini tidak lagi terbatas pada penggunaan alat konvensional seperti kertas dan krayon. Anak-anak mulai dikenalkan dengan bahan alam seperti daun, pasir, batu, atau bahkan limbah rumah tangga untuk menciptakan karya yang ramah lingkungan. Aktivitas ini bukan hanya mengasah keterampilan motorik halus, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi—wujud nyata nilai gotong royong dan peduli lingkungan yang tercermin dalam semangat Pancasila.
Selain itu, seni rupa juga menjadi ruang bagi guru untuk menanamkan nilai-nilai kebinekaan dan kebangsaan. Misalnya, anak-anak diajak menggambar pakaian adat, rumah tradisional, atau simbol budaya dari berbagai daerah Indonesia. Dari sinilah, anak mulai memahami bahwa perbedaan adalah keindahan yang harus dirayakan, bukan dihindari. Dengan demikian, seni rupa bukan hanya mengembangkan aspek kognitif dan estetika, tetapi juga memperkuat jati diri anak sebagai pelajar Pancasila yang beriman, berkebinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Di era modern ini, seni rupa di PAUD menjadi semakin relevan karena dapat menjembatani dunia digital dan nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak dapat diajak bereksperimen dengan seni digital sederhana, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar moral dan sosial mereka. Melalui setiap goresan warna, tempelan kertas, dan bentuk yang diciptakan, anak-anak sedang membangun karakter dan identitasnya sebagai generasi emas Indonesia yang berjiwa seni dan berkarakter Pancasila.