Peran PAUD dalam Program Pencegahan Stunting: Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi pada periode awal kehidupan. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan di bawah standar usianya dan berisiko menghadapi gangguan perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, hingga produktivitas rendah saat dewasa. Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun—periode yang dikenal sebagai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada periode inilah perkembangan otak, sistem imun, dan pertumbuhan fisik berlangsung sangat cepat, sehingga pemenuhan gizi, pola asuh, dan stimulasi menjadi faktor yang sangat krusial.
PAUD sebagai lembaga pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam mendukung program nasional pencegahan stunting. Meski anak yang bersekolah di PAUD umumnya berusia 3–6 tahun, guru PAUD dapat menjadi agen edukasi bagi orang tua terkait pentingnya gizi seimbang pada 1000 HPK. Melalui komunikasi rutin, penyuluhan, dan kegiatan parenting, guru dapat membantu orang tua memahami pentingnya asupan seperti protein hewani, sayur, buah, dan makanan pendamping ASI yang berkualitas. Selain itu, PAUD dapat menerapkan kebiasaan makan sehat di lingkungan sekolah, seperti menyediakan contoh menu bergizi, memastikan anak terbiasa mencuci tangan sebelum makan, dan mengenalkan jenis-jenis makanan sehat melalui pembelajaran berbasis bermain.
Tidak hanya aspek gizi, PAUD juga berperan dalam memastikan stimulasi yang tepat bagi anak yang mungkin mengalami keterlambatan tumbuh akibat risiko stunting. Guru dapat memberikan kegiatan bermain yang meningkatkan perkembangan motorik, bahasa, serta kognitif. Program deteksi dini tumbuh kembang juga dapat dilakukan bekerja sama dengan puskesmas agar orang tua lebih sadar terhadap kesehatan anaknya. Kolaborasi ini membantu memastikan bahwa anak yang berisiko stunting mendapatkan intervensi lebih cepat dan tepat.
Trivia Menarik tentang Stunting dan Peran PAUD
-
70% perkembangan otak anak terjadi pada 1000 HPK, sehingga gizi yang kurang pada periode ini berdampak jangka panjang.
-
PAUD adalah salah satu lembaga yang paling sering berinteraksi dengan orang tua, sehingga sangat efektif menjadi pusat edukasi gizi keluarga.
-
Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan pola makan sehat di rumah dan sekolah memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik.
-
Guru PAUD sering menjadi first responder terhadap tanda awal masalah tumbuh kembang anak.
-
Stunting bukan hanya soal tinggi badan—tetapi juga kualitas hidup anak di masa depan.