Peran Guru PAUD sebagai Agen Pelestari Budaya di Era Digital
Sumber : ChatGPT AI
Budaya merupakan keseluruhan sistem nilai, norma, pengetahuan, dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat. Pelestarian budaya berarti menjaga, mengembangkan, dan mewariskan warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya agar tidak punah dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Di era digital, pelestarian budaya tidak hanya berarti melestarikan tarian, lagu, atau pakaian adat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, gotong royong, sopan santun, dan cinta tanah air yang terkandung dalam budaya bangsa. Guru PAUD menjadi sosok penting dalam proses ini karena masa usia dini adalah periode emas untuk membentuk karakter dan identitas diri anak.
Peran Guru PAUD sebagai Agen Pelestari Budaya
Guru PAUD memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan dan menanamkan budaya bangsa dengan cara yang kontekstual dan menyenangkan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai strategi, antara lain:
-
Mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran.
Misalnya, memperkenalkan lagu daerah, permainan tradisional, cerita rakyat, atau simbol-simbol budaya lokal ke dalam kegiatan belajar sehari-hari. -
Menjadi teladan dalam bersikap dan berbahasa.
Guru dapat mencontohkan penggunaan bahasa daerah dengan sopan, menghormati orang tua, serta memperlihatkan sikap saling menghargai dan gotong royong dalam kehidupan sekolah. -
Memanfaatkan teknologi untuk pelestarian budaya.
Di era digital, guru PAUD dapat menggunakan media seperti video edukatif, aplikasi interaktif, atau komik digital untuk memperkenalkan budaya Nusantara. Misalnya, menayangkan animasi cerita rakyat atau membuat proyek kelas bertema “budaya daerahku”. Melibatkan keluarga dan komunitas lokal.
Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar, seperti mengundang penari tradisional, pengrajin batik, atau pelaku seni lokal ke sekolah, dapat memperkaya pengalaman belajar anak dan memperkuat rasa memiliki terhadap budaya sendiri.Guru PAUD di era digital bukan hanya pendidik, tetapi juga penjaga jati diri bangsa. Dengan kreativitas, pemahaman teknologi, dan kecintaan terhadap budaya lokal, guru dapat menjembatani masa lalu dan masa depan melalui pembelajaran yang bermakna. Ketika anak-anak tumbuh mencintai budaya bangsanya, mereka tidak hanya menjadi generasi cerdas digital, tetapi juga generasi yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur Indonesia.