Pentingnya Circle Time untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak
Circle Time adalah kegiatan yang dilakukan dalam bentuk duduk melingkar antara guru dan anak-anak untuk berinteraksi, berbagi cerita, atau berdiskusi bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu metode efektif di pendidikan anak usia dini (PAUD) karena menciptakan suasana inklusif, penuh kebersamaan, dan menyenangkan.
Dalam Circle Time, anak-anak belajar berkomunikasi, mendengarkan, menghargai pendapat teman, serta mengungkapkan perasaan dengan cara yang positif. Guru berperan sebagai fasilitator yang menuntun percakapan dan menciptakan suasana saling menghormati.
Tujuan dan Manfaat Circle Time
Circle Time bukan sekadar kegiatan rutin pagi hari, tetapi memiliki peran penting dalam mengembangkan aspek sosial, emosional, dan bahasa anak. Berikut beberapa manfaat utamanya:
-
Melatih Keterampilan Sosial
Anak belajar menunggu giliran berbicara, menghargai pendapat teman, dan bekerja sama dalam kelompok. -
Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Anak diberi kesempatan untuk bercerita di depan teman-temannya, sehingga terbiasa mengekspresikan diri tanpa rasa takut. -
Menumbuhkan Empati dan Toleransi
Melalui mendengarkan cerita teman, anak belajar memahami perasaan orang lain dan menerima perbedaan. -
Menciptakan Hubungan Positif antara Guru dan Anak
Circle Time memberikan kesempatan bagi guru untuk lebih mengenal karakter setiap anak dan memperkuat hubungan emosional di kelas. -
Menumbuhkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Anak belajar mengikuti aturan sederhana seperti mendengarkan ketika orang lain berbicara, atau berbicara dengan sopan saat gilirannya tiba.
Contoh Kegiatan dalam Circle Time
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dalam Circle Time antara lain:
-
Berbagi cerita pengalaman harian (“Kemarin aku membantu ibu di rumah...”)
-
Bermain peran sederhana untuk menumbuhkan empati.
-
Bernyanyi dan menari bersama untuk membangun suasana gembira.
-
Diskusi ringan tentang tema harian seperti “Menjaga kebersihan” atau “Berbuat baik kepada teman”.
-
Refleksi perasaan dengan bertanya, “Siapa yang hari ini merasa senang? Mengapa?”
Peran Guru dalam Circle Time
Guru memiliki peran penting sebagai pengarah, pendengar, dan teladan. Guru harus:
-
Menciptakan suasana aman dan terbuka.
-
Memberikan kesempatan yang adil kepada setiap anak untuk berbicara.
-
Menunjukkan empati dan menghargai setiap perasaan yang diungkapkan anak.
-
Menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang positif agar anak merasa diterima.
Dengan cara ini, anak akan merasa bahwa suaranya berharga dan didengarkan — pondasi penting bagi keterampilan sosial yang kuat di masa depan.
Trivia Seru tentang Circle Time
-
💡 Tahukah kamu? Konsep Circle Time pertama kali dikembangkan di Inggris pada tahun 1980-an sebagai pendekatan pembelajaran sosial-emosional di sekolah dasar.
-
🎯 Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin mengikuti Circle Time memiliki tingkat empati dan kepercayaan diri yang lebih tinggi.
-
🧠 Secara psikologis, posisi duduk melingkar menciptakan rasa kesetaraan karena tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah—semua anak merasa penting dan diterima.
-
❤️ Fun fact: Menyanyi bersama dalam Circle Time dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membuat anak merasa bahagia dan lebih terikat dengan kelompoknya.