PAUD sebagai Pusat Edukasi: Model Pelibatan Orang Tua dalam Program School Feeding Programs Lokal
PAUD memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi awal yang tidak hanya memberikan stimulasi perkembangan anak, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dalam konteks school feeding programs lokal—program penyediaan makanan sehat di sekolah—PAUD dapat menjadi model pelibatan orang tua yang efektif. School feeding tidak hanya memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya pola makan, sanitasi, dan keamanan pangan. Ketika PAUD melibatkan orang tua dalam proses perencanaan menu, penyediaan bahan lokal, hingga evaluasi program, hal itu memperkuat kesadaran keluarga tentang gizi anak sekaligus membangun rasa kepemilikan terhadap program sekolah.
Pelaksanaan school feeding programs di PAUD sangat relevan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 2 (Zero Hunger) dengan memastikan anak tidak mengalami kekurangan gizi dan memiliki akses makanan bergizi. Selain itu, ia mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kebiasaan makan sehat sejak dini, serta SDG 4 (Quality Education) karena anak yang sehat dan bergizi optimal cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik. Keterlibatan orang tua juga memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals), karena keberhasilan program bergantung pada kolaborasi lintas pihak mulai dari guru, keluarga, hingga komunitas lokal. Dengan demikian, PAUD bukan hanya tempat belajar, tetapi juga motor penggerak perubahan perilaku gizi pada tingkat keluarga.
Trivia menarik menunjukkan betapa besar dampak school feeding programs terhadap hasil belajar dan kesehatan anak. Penelitian UNICEF mencatat bahwa penyediaan makanan sehat di sekolah dapat meningkatkan kehadiran anak hingga 15% dan kemampuan konsentrasi hingga 20%. Selain itu, program makanan lokal yang melibatkan bahan pangan dari petani sekitar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat hingga 10–15%. Studi juga menemukan bahwa orang tua yang terlibat dalam perencanaan makan sekolah cenderung 40% lebih konsisten menerapkan pola makan sehat di rumah. Artinya, ketika PAUD menjadi pusat edukasi dan melibatkan orang tua dalam program school feeding, dampaknya tidak hanya dirasakan anak, tetapi juga mengalir ke keluarga dan komunitas.