Pandangan John Dewey tentang Pengalaman Belajar dan Implementasinya di PAUD
John Dewey dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam filsafat pendidikan progresif yang menekankan bahwa belajar adalah proses aktif yang berakar pada pengalaman nyata. Dalam pandangan Dewey, pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan dari guru ke anak, melainkan hasil interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Ia mendefinisikan learning by doing sebagai proses di mana anak memperoleh pemahaman melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas yang bermakna. Dewey percaya bahwa pengalaman yang baik adalah pengalaman yang mengandung kontinuitas (berhubungan dengan pengalaman sebelumnya) dan interaksi (berhubungan dengan lingkungan sosial maupun fisik), sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, holistik, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Dewey menekankan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kaya pengalaman. Guru tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga merancang aktivitas yang mendorong rasa ingin tahu, eksperimen, dan refleksi. Dalam konteks PAUD, prinsip ini berarti bahwa kegiatan seperti bermain air, berkebun, memasak sederhana, atau eksplorasi alam bukanlah kegiatan pengisi waktu, tetapi merupakan fondasi pembelajaran yang membangun kognisi, sosial, dan emosi anak. Dewey juga menekankan pentingnya kerja kelompok dan komunikasi, karena interaksi sosial memperkuat pemahaman dan membantu anak belajar memecahkan masalah secara kolaboratif.
Implementasi pandangan Dewey di PAUD dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis proyek, pusat-pusat bermain (learning centers), dan kegiatan yang memberi kesempatan pada anak untuk membuat pilihan. Misalnya, saat anak diajak membuat jus buah, mereka tidak hanya belajar tentang rasa dan tekstur, tetapi juga mengembangkan kemampuan berhitung, motorik halus, bahasa, serta kerja sama ketika membuat keputusan bersama. Guru berperan menyediakan pertanyaan pemantik seperti “Apa yang terjadi jika kita menambah air?” untuk membantu anak merefleksikan proses yang mereka alami. Dengan demikian, pengalaman sehari-hari menjadi sumber belajar yang kaya dan autentik.
Trivia: John Dewey adalah salah satu pendiri University of Chicago Laboratory Schools, sebuah sekolah eksperimen yang hingga kini masih menjadi rujukan internasional dalam penerapan pembelajaran berbasis pengalaman. Menariknya, gagasan Dewey tentang pentingnya pengalaman dan kolaborasi telah menginspirasi berbagai pendekatan modern seperti Reggio Emilia dan Project-Based Learning, yang kini banyak diterapkan di PAUD di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa pemikirannya tetap relevan dan menjadi fondasi kuat bagi pendidikan anak usia dini di era modern.