Model Pembelajaran Bertani Ramah Iklim: Penerapan Konsep Regenerative Agriculture di Kebun PAUD
Model pembelajaran bertani ramah iklim merupakan pendekatan edukatif yang mengajarkan anak usia dini untuk bercocok tanam dengan cara yang selaras dengan alam, sekaligus memperkenalkan konsep regenerative agriculture atau pertanian regeneratif. Regenerative agriculture sendiri adalah praktik bertani yang bertujuan memperbaiki kesehatan tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, memulihkan ekosistem, serta menangkap karbon dari atmosfer. Di lingkungan PAUD, konsep ini dapat diterapkan melalui kebun belajar sederhana yang mengajak anak menanam, merawat, dan memanen tanaman dengan metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penerapan konsep pertanian regeneratif di kebun PAUD dapat dimulai dari hal kecil namun bermakna, seperti membuat kompos dari sampah organik sekolah, menggunakan mulsa alami dari daun kering, memilih tanaman lokal yang cocok dengan iklim setempat, hingga mengajak anak mengenal serangga yang bermanfaat bagi ekosistem kebun. Guru dapat mengintegrasikan kegiatan ini ke dalam pembelajaran lintas bidang seperti sains, seni, literasi, dan motorik melalui kegiatan mengamati struktur tanah, mencatat pertumbuhan tanaman, menggambar kebun, atau bercerita tentang makhluk hidup di sekitarnya. Dengan cara ini, kebun PAUD bukan hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang eksplorasi yang memperkuat rasa ingin tahu dan cinta terhadap lingkungan.
Selain mendukung perkembangan kognitif dan motorik, model pembelajaran ini juga menumbuhkan empati ekologis dan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga bumi. Anak-anak belajar bahwa tanah perlu dirawat, air harus dihemat, dan setiap makhluk memiliki peran dalam menjaga keseimbangan alam. Pendekatan ini sejalan dengan pendidikan karakter, terutama pada nilai gotong royong, kemandirian, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, yang semuanya merupakan fondasi penting dalam pembentukan profil pelajar yang berkelanjutan.
Trivia Menarik tentang Pertanian Regeneratif untuk Anak Usia Dini:
-
Tanah yang sehat dapat menyimpan karbon lebih banyak daripada hutan, sehingga kebun kecil di PAUD pun dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.
-
Menggunakan kompos buatan anak-anak dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami hingga 30% lebih baik dibanding pupuk kimia ringan.
-
Cacing tanah yang sering ditemukan anak di kebun merupakan “insinyur tanah” yang membantu memperbaiki struktur tanah dan mempercepat proses regenerasi.
-
Tanaman lokal seperti bayam, kangkung, atau kenikir lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan lebih mudah dirawat oleh anak usia dini.
-
Kegiatan berkebun selama 20 menit dapat meningkatkan fokus dan ketenangan anak setara dengan sesi mindfulness sederhana.