Merayakan Keberagaman Sejak Dini: PAUD Multikultural sebagai Ruang Belajar Bersama
PAUD multikultural menjadi pendekatan pendidikan yang semakin relevan di tengah masyarakat yang beragam. Anak usia dini hidup di lingkungan dengan perbedaan suku, bahasa, agama, dan kebiasaan. PAUD multikultural hadir untuk membantu anak mengenal keberagaman tersebut secara alami, hangat, dan menyenangkan sejak usia awal.
Secara pengertian, PAUD multikultural adalah praktik pendidikan anak usia dini yang menghargai dan mengintegrasikan keberagaman budaya, nilai, serta latar belakang sosial ke dalam proses pembelajaran. Tujuannya bukan hanya mengenalkan perbedaan, tetapi menumbuhkan sikap saling menghormati dan empati.
Dalam praktiknya, PAUD multikultural dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana. Misalnya, anak dikenalkan berbagai pakaian adat melalui bermain peran, mendengarkan lagu daerah dari berbagai wilayah, atau membaca cerita anak dari latar budaya yang berbeda. Semua dilakukan tanpa paksaan dan disesuaikan dengan dunia bermain anak.
Lingkungan kelas menjadi faktor penting dalam PAUD multikultural. Hiasan kelas yang menampilkan beragam budaya, sudut baca dengan buku cerita inklusif, serta alat permainan dari berbagai daerah membantu anak melihat keberagaman sebagai hal yang wajar dan menarik.
PAUD multikultural juga berperan dalam membentuk identitas diri anak. Anak belajar bahwa dirinya unik dan berharga, sekaligus memahami bahwa orang lain juga memiliki keunikan yang patut dihormati. Hal ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan sosial-emosional anak.
Peran guru dalam PAUD multikultural sangat strategis. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan dalam bersikap adil, terbuka, dan menghargai perbedaan. Bahasa yang digunakan guru, cara merespons pertanyaan anak, hingga sikap terhadap perbedaan pendapat sangat memengaruhi cara pandang anak.
Orangtua juga menjadi mitra penting dalam pendidikan multikultural. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga membantu anak mendapatkan pesan yang konsisten tentang nilai toleransi dan saling menghargai, baik di rumah maupun di sekolah.
PAUD multikultural tidak berarti menghilangkan budaya lokal, justru memperkuatnya. Anak dikenalkan pada budaya sendiri sambil belajar menghargai budaya lain. Pendekatan ini membuat anak memiliki rasa bangga sekaligus sikap terbuka.
Dalam konteks global, PAUD multikultural mempersiapkan anak menjadi warga dunia yang inklusif. Anak belajar hidup berdampingan, berkomunikasi dengan empati, dan menyelesaikan perbedaan secara damai sejak usia dini.
Dengan pendekatan yang tepat, PAUD multikultural menjadi investasi jangka panjang bagi terciptanya masyarakat yang harmonis. Nilai-nilai keberagaman yang ditanamkan sejak dini akan tumbuh bersama anak hingga dewasa.
PAUD multikultural pada akhirnya bukan sekadar konsep, tetapi praktik keseharian yang hidup di kelas, rumah, dan lingkungan anak. Dari pengalaman kecil inilah toleransi besar dibangun.
Referensi:
Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan Inklusif dan Multikultural PAUD.
UNICEF. (2019). Early Childhood Development and Inclusion.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh