Mengenal dan Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Satuan PAUD
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai langkah untuk memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel dan berpusat pada perkembangan anak. Di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya memberikan pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan tahap perkembangan setiap anak. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang cenderung berorientasi pada capaian akademik, Kurikulum Merdeka mengarahkan pendidik untuk fokus pada pembentukan fondasi karakter, kematangan emosi, kemandirian, dan kemampuan literasi serta numerasi awal secara alami dan menyenangkan.
Pada dasarnya, Kurikulum Merdeka di PAUD didefinisikan sebagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak dengan memberikan kebebasan kepada pendidik untuk merancang kegiatan belajar yang responsif terhadap kebutuhan, minat, serta lingkungan tempat anak tumbuh. Kurikulum ini tidak hanya memuat capaian pembelajaran (CP) sebagai arah perkembangan, tetapi juga memberikan keleluasaan dalam menentukan strategi, metode, serta asesmen yang tepat. Pendidik tidak lagi diwajibkan mengikuti buku paket atau aktivitas tertentu, tetapi diberi ruang berkreasi menciptakan pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual bagi anak.
Dalam implementasinya, Kurikulum Merdeka mendorong pendidik PAUD untuk mulai dari asesmen diagnostik sederhana—mengamati kemampuan awal dan karakteristik setiap anak—sebelum menyusun rencana kegiatan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan bermain yang terencana, eksplorasi lingkungan, interaksi antar-teman, serta pengalaman langsung yang kaya akan stimulasi. Kegiatan seperti bermain peran, eksperimen sains sederhana, membaca cerita, hingga permainan outdoor dapat dirancang untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara holistik: kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik, moral, dan seni.
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka juga berbeda dari penilaian tradisional. Pendidik tidak lagi fokus pada angka atau hasil akhir, melainkan pada proses, kemajuan bertahap, serta dokumentasi perkembangan anak melalui portofolio, catatan anekdot, dan refleksi harian. Pendekatan ini membantu guru memahami kebutuhan setiap anak dan menyesuaikan aktivitas berikutnya agar lebih tepat sasaran.
Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD membutuhkan kolaborasi erat antara guru, kepala satuan pendidikan, orang tua, dan lingkungan. Satuan PAUD perlu menyiapkan ekosistem belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak, termasuk penyusunan jadwal yang fleksibel, penyediaan sudut bermain yang beragam, serta pelibatan orang tua sebagai mitra. Bila diterapkan secara konsisten, Kurikulum Merdeka memungkinkan anak belajar tanpa tekanan, tumbuh sesuai ritme masing-masing, dan mengembangkan kecintaan belajar seumur hidup.
Trivia Seputar Kurikulum Merdeka di PAUD
-
Kurikulum Merdeka di PAUD tidak memiliki mata pelajaran, melainkan berbasis kegiatan bermain dan pengalaman sehari-hari.
-
Tidak ada kewajiban worksheet atau lembar kerja, karena fokusnya pada bermain yang bermakna dan eksploratif.
-
Capaian Pembelajaran PAUD hanya terdiri dari enam elemen perkembangan, sehingga jauh lebih sederhana dibanding jenjang lain.
-
Anak tidak “wajib bisa membaca, menulis, atau berhitung”, tetapi difasilitasi untuk mengembangkan kesiapan literasi dan numerasi melalui permainan.
-
Orang tua berperan penting, karena karakter Kurikulum Merdeka menekankan kesinambungan stimulasi di rumah dan sekolah.