Mengasuh dengan Cinta dan Kesabaran: Parenting Anak Usia Dini dengan Down Syndrome
Parenting anak usia dini dengan Down syndrome adalah perjalanan yang penuh makna, emosi, dan pembelajaran bagi keluarga. Down syndrome merupakan kondisi genetik yang terjadi karena adanya kelebihan satu kromosom pada kromosom ke-21, yang memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak sejak lahir.
Dalam konteks pengasuhan, anak dengan Down syndrome membutuhkan pendekatan yang lebih responsif, konsisten, dan penuh empati. Anak tetap memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang, belajar, dan berinteraksi secara bermakna dengan lingkungannya jika mendapatkan dukungan yang tepat sejak usia dini.
Banyak orang tua pada awalnya mengalami kebingungan, rasa takut, bahkan penolakan ketika mengetahui kondisi anak. Perasaan ini wajar dan manusiawi. Namun, seiring waktu, penerimaan menjadi fondasi utama dalam membangun pola parenting yang sehat dan positif bagi anak.
Parenting yang efektif bagi anak usia dini dengan Down syndrome berfokus pada stimulasi dini yang terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti bermain, bernyanyi, membaca buku bergambar, dan rutinitas harian dapat menjadi sarana stimulasi motorik, bahasa, dan sosial anak.
Contoh nyata dapat dilihat ketika orang tua melibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga ringan, seperti merapikan mainan atau membantu menyiapkan meja makan. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemandirian, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak.
Komunikasi menjadi aspek penting dalam parenting anak dengan Down syndrome. Anak mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berbicara atau memahami instruksi, sehingga orang tua perlu menggunakan bahasa sederhana, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan pengulangan dengan nada yang positif.
Konsistensi dan rutinitas membantu anak merasa aman dan terstruktur. Jadwal yang jelas untuk makan, bermain, belajar, dan istirahat membantu anak memahami pola aktivitas serta mengurangi kecemasan yang mungkin muncul akibat perubahan mendadak.
Kolaborasi antara keluarga, guru PAUD, dan tenaga profesional seperti terapis wicara atau okupasi sangat mendukung perkembangan anak. Parenting tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi proses kolaboratif yang berkelanjutan demi kepentingan terbaik anak.
Lingkungan yang inklusif dan suportif juga berperan besar. Ketika anak diterima di lingkungan sekolah dan masyarakat tanpa stigma, anak memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar bersosialisasi dan membangun hubungan yang sehat.
Parenting anak usia dini dengan Down syndrome bukan tentang membandingkan anak dengan standar perkembangan anak lain, tetapi tentang merayakan setiap kemajuan kecil yang dicapai. Setiap langkah adalah pencapaian berharga yang patut diapresiasi.
Melalui kasih sayang, kesabaran, dan pemahaman, orang tua dapat menjadi pendamping terbaik dalam perjalanan tumbuh kembang anak dengan Down syndrome, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan penuh makna.
Referensi:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pendidikan Inklusif Anak Usia Dini.
World Health Organization. (2020). Care of Children with Down Syndrome.
UNICEF. (2021). Early Childhood Development and Inclusion.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
SDGs terkait: SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan