Mengapa Self-Esteem Anak Penting untuk Life Expectancy: Pandangan Psikologi Kesehatan.
elama ini, harapan hidup (Life Expectancy) selalu dikaitkan erat dengan gizi dan akses layanan kesehatan. Namun, riset psikologi kesehatan modern mengungkap dimensi baru: harga diri (self-esteem) yang terbentuk pada usia dini memiliki korelasi kuat dengan kualitas hidup dan bahkan usia seseorang di masa dewasa. Harga diri yang positif di PAUD bukan sekadar rasa bangga, melainkan fondasi kokoh yang memengaruhi keputusan kesehatan krusial dan kemampuan anak mengatasi stres hingga ia dewasa. Fenomena ini menunjukkan bahwa investasi pada Kesehatan Mental di usia prasekolah adalah investasi pada kesehatan fisik jangka panjang.
Definisi Kunci: Self-Esteem (Harga Diri) adalah evaluasi subjektif dan emosional seseorang terhadap nilai dirinya sendiri. Dalam konteks anak usia dini, ini adalah perasaan mendasar bahwa dirinya dicintai, diterima, dan kompeten. Jika harga diri positif, anak akan memiliki kemampuan self-efficacy—keyakinan bahwa mereka mampu berhasil dalam menghadapi tantangan.
Psikologi kesehatan menjelaskan bahwa self-esteem yang rendah pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko Perilaku Berisiko Kesehatan (Health Risk Behaviours) di masa remaja dan dewasa. Anak yang merasa tidak berharga atau tidak mampu cenderung kurang termotivasi untuk menjaga diri—mereka mungkin mengabaikan nutrisi, enggan berolahraga, atau lebih rentan terhadap kebiasaan merusak seperti merokok, penyalahgunaan zat, dan pola makan tidak sehat. Sebaliknya, anak dengan harga diri tinggi lebih mungkin membuat keputusan hidup yang positif, berinvestasi dalam pendidikan mereka (Educational Attainment), dan memilih lingkungan sosial yang mendukung Healthy Lifestyles.
Contoh Praktis di PAUD
Bagaimana PAUD dapat menanamkan harga diri yang berpengaruh hingga life expectancy? Ini adalah tanggung jawab guru dan orang tua.
Penguatan Kompetensi: Ketika anak berhasil menyusun balok atau menyelesaikan puzzle, guru tidak hanya memuji hasilnya, tetapi prosesnya ("Kamu bekerja keras dan mencoba berbagai cara sampai berhasil!"). Hal ini membangun keyakinan pada proses (efikasi diri), bukan hanya bakat.
Validasi Emosi: Mengakui dan menanggapi perasaan anak dengan empati (Socio-Emotional Learning/SEL) alih-alih meremehkannya, membuat anak merasa emosi mereka valid dan bahwa diri mereka penting.
Kesempatan Memimpin: Memberikan peran kecil (misalnya, ketua barisan, pembagi alat) yang sesuai usia, membangun rasa tanggung jawab dan kompetensi sosial.
Trivia Menarik: Sebuah studi longitudinal di Amerika Serikat menemukan bahwa remaja yang melaporkan tingkat harga diri tinggi cenderung memiliki tingkat Harapan Hidup Sehat (Healthy Life Expectancy) yang lebih tinggi karena secara signifikan mereka lebih jarang terlibat dalam aktivitas fisik berbahaya atau penggunaan obat-obatan terlarang.
Oleh karena itu, para ahli menyimpulkan bahwa penguatan Kesehatan Mental dini melalui self-esteem adalah salah satu intervensi Kesehatan Masyarakat yang paling berbiaya rendah namun berdampak tinggi. Ketika PAUD berfungsi sebagai lingkungan yang memvalidasi dan memberdayakan, ia tidak hanya menghasilkan anak yang cerdas secara kognitif, tetapi juga individu yang memiliki pandangan positif tentang dirinya. Pandangan positif inilah yang memicu rangkaian keputusan self-care (perawatan diri) di masa depan, yang pada akhirnya dapat memperpanjang dan meningkatkan Kualitas Hidup secara keseluruhan.