Melangkah Pelan tapi Pasti: Persiapan Transisi Anak dari PAUD ke SD
Cover edited
Transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar merupakan fase penting yang sering terasa sederhana, tetapi sesungguhnya penuh makna. Perubahan lingkungan belajar, tuntutan akademik, serta pola interaksi sosial membuat anak membutuhkan pendampingan yang tepat agar proses ini berjalan nyaman.
Secara pengertian, transisi PAUD ke SD adalah proses penyesuaian anak dari sistem pembelajaran berbasis bermain menuju pembelajaran yang lebih terstruktur. Transisi ini bukan sekadar soal bisa membaca atau menulis, melainkan kesiapan anak secara menyeluruh.
Kesiapan fisik menjadi dasar utama. Anak perlu memiliki daya tahan tubuh, koordinasi motorik halus, dan kemampuan duduk fokus lebih lama. Contohnya, anak yang terbiasa memegang pensil dengan nyaman akan lebih percaya diri saat mulai menulis di SD.
Selain fisik, kesiapan sosial dan emosional tidak kalah penting. Anak perlu belajar menunggu giliran, mengikuti aturan kelas, serta mengekspresikan perasaan dengan cara yang tepat. Pengalaman sederhana seperti bermain peran sekolah di PAUD dapat membantu anak membayangkan situasi di SD.
Kesiapan kognitif juga perlu dipahami secara proporsional. Anak tidak harus menguasai semua kemampuan akademik, tetapi memiliki rasa ingin tahu, kemampuan mendengar instruksi, dan kemauan mencoba hal baru.
Peran guru PAUD sangat strategis dalam masa ini. Guru dapat merancang kegiatan transisi yang menyenangkan, seperti kunjungan ke SD, bercerita tentang pengalaman kakak kelas, atau menghadirkan guru SD sebagai tamu.
Orang tua pun memiliki peran besar. Pola komunikasi positif di rumah, rutinitas harian yang teratur, serta dukungan emosional akan membantu anak merasa aman menghadapi perubahan.
Kolaborasi antara PAUD dan SD menjadi kunci keberhasilan transisi. Kesamaan pemahaman tentang kebutuhan anak akan mengurangi tekanan dan ekspektasi yang berlebihan.
Transisi yang baik adalah transisi yang menghargai tempo anak. Setiap anak unik dan memiliki kecepatan adaptasi yang berbeda, sehingga pendekatan yang fleksibel sangat dibutuhkan.
Jika transisi dilakukan dengan persiapan matang, anak akan memulai pendidikan dasar dengan rasa percaya diri dan sikap positif terhadap belajar.
Pada akhirnya, persiapan transisi PAUD ke SD bukan tentang mempercepat anak menjadi “siap sekolah”, tetapi tentang memastikan sekolah siap menerima anak apa adanya.
Referensi:
Kemdikbud. (2022). Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
OECD. (2020). Early Learning and Child Well-being. OECD Publishing.
UNICEF. (2021). School Readiness and Transition. UNICEF.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera