Main, Jajan, dan Menabung: Cara Seru Mengenalkan Konsep Uang pada Anak Usia Dini
Uang adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang cepat atau lambat akan ditemui anak. Mulai dari jajan, membeli mainan, hingga melihat orang tua bertransaksi, anak sebenarnya sudah akrab dengan konsep uang sejak dini. Pengenalan konsep uang pada anak usia dini bukan tentang mengajarkan hitung-hitungan rumit atau nilai ekonomi yang berat. Intinya adalah membantu anak memahami fungsi uang secara sederhana dan bermakna.
Secara pengertian, pengenalan konsep uang pada anak usia dini adalah proses mengenalkan makna, fungsi, dan penggunaan uang melalui pengalaman konkret yang dekat dengan dunia anak. Bermain menjadi pendekatan paling efektif. Melalui bermain, anak belajar tanpa tekanan dan tanpa merasa digurui, termasuk dalam memahami konsep ekonomi dasar.
Contoh sederhana adalah bermain peran jual beli. Anak bisa berperan sebagai penjual dan pembeli menggunakan uang mainan. Dari sini anak belajar bahwa uang digunakan untuk mendapatkan barang. Permainan toko-tokoan juga membantu anak mengenal pilihan. Anak belajar bahwa uang yang dimiliki terbatas, sehingga tidak semua barang bisa dibeli sekaligus. Selain itu, kegiatan menabung dengan celengan menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Anak belajar menunda keinginan dan merasakan proses menunggu hingga uang terkumpul.
Mitos yang sering muncul adalah anak usia dini belum siap mengenal uang. Faktanya, anak justru lebih mudah memahami konsep uang jika dikenalkan melalui bermain dan aktivitas konkret.
Tips menarik untuk orang tua dan guru adalah menggunakan bahasa sederhana. Hindari istilah seperti “harga mahal” dan ganti dengan “uangnya belum cukup”.
Trik lainnya adalah melibatkan anak saat berbelanja. Anak bisa diminta membantu menyerahkan uang atau menghitung kembalian secara sederhana.
Melalui aktivitas ini, anak juga belajar nilai kejujuran dan tanggung jawab. Anak memahami bahwa uang tidak datang begitu saja, tetapi hasil dari usaha. Pengenalan konsep uang sejak dini bukan untuk membuat anak materialistis, melainkan membentuk sikap bijak, bertanggung jawab, dan realistis terhadap kebutuhan.
Jika dilakukan secara konsisten dan menyenangkan, konsep uang akan menjadi bagian dari pembelajaran karakter anak, bukan sekadar soal angka. Dengan pendekatan bermain, uang tidak lagi menjadi topik dewasa yang rumit, melainkan sarana belajar yang dekat dengan dunia anak.
Referensi:
Suyanto, S. 2005. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Huston, A. C. 2010. Financial Literacy and Children.
Kemdikbud. 2021. Pendidikan Karakter dan Literasi Finansial Anak.
Created:
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai