Liburan yang Tidak Benar-Benar Libur: Ruang Refleksi Akademik Mahasiswa S3 PAUD
Liburan bagi mahasiswa S3 PAUD sering kali tidak dimaknai sebagai berhenti total dari aktivitas akademik, melainkan sebagai jeda yang memberi ruang bernapas. Di tengah tuntutan riset, publikasi, dan disertasi, liburan justru menjadi momen penting untuk refleksi akademik yang lebih jernih dan personal.
Secara pengertian, refleksi akademik adalah proses meninjau kembali perjalanan belajar, posisi keilmuan, dan arah penelitian yang sedang atau akan ditempuh. Refleksi ini tidak selalu dilakukan di ruang kelas atau seminar, tetapi bisa muncul dalam suasana santai dan jauh dari tekanan akademik formal.
Bagi mahasiswa S3 PAUD, liburan sering menghadirkan jarak emosional dari rutinitas kampus. Jarak inilah yang memungkinkan munculnya sudut pandang baru terhadap penelitian yang sedang digarap. Banyak ide segar justru lahir saat pikiran tidak dibebani tenggat waktu.
Contoh refleksi akademik saat liburan dapat terjadi ketika mahasiswa membaca ulang catatan riset lama tanpa target revisi. Dari sana, muncul kesadaran tentang kekuatan dan kelemahan argumen, atau bahkan keberanian untuk mengubah pendekatan penelitian.
Liburan juga menjadi waktu yang tepat untuk mengaitkan teori dengan realitas lapangan. Mahasiswa S3 PAUD yang kembali ke lingkungan keluarga atau masyarakat sering menemukan fenomena anak usia dini yang relevan dengan kajian akademiknya.
Interaksi sosial selama liburan turut memperkaya refleksi. Percakapan santai dengan pendidik, orang tua, atau praktisi PAUD sering membuka perspektif baru yang tidak selalu muncul dalam diskusi akademik formal.
Refleksi akademik juga menyentuh aspek personal. Mahasiswa S3 PAUD dapat mengevaluasi keseimbangan antara kehidupan akademik, keluarga, dan kesehatan mental. Kesadaran ini penting untuk keberlanjutan studi doktoral yang panjang dan menantang.
Dalam suasana liburan, membaca literatur tidak lagi terasa sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan intelektual. Buku dan artikel dibaca dengan lebih reflektif, bukan sekadar untuk dikutip, melainkan untuk dipahami secara mendalam.
Liburan memberi ruang untuk menata ulang tujuan akademik. Mahasiswa dapat meninjau kembali motivasi awal menempuh studi doktoral dan menegaskan kembali kontribusi keilmuan yang ingin dicapai dalam bidang PAUD.
Refleksi akademik selama liburan juga membantu mahasiswa menerima proses. Tidak semua target harus tercapai cepat, dan tidak semua keraguan adalah kegagalan. Kesadaran ini menumbuhkan ketahanan akademik.
Ketika semester baru dimulai, hasil refleksi selama liburan menjadi bekal yang berharga. Mahasiswa kembali dengan arah yang lebih jelas, energi yang lebih stabil, dan perspektif yang lebih matang.
Liburan sebagai ruang refleksi akademik bukan kemewahan, melainkan kebutuhan. Bagi mahasiswa S3 PAUD, refleksi ini menjadi bagian penting dari proses menjadi peneliti yang utuh dan beretika.
Referensi:
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Merriam, S. B., & Bierema, L. L. (2014). Adult Learning: Linking Theory and Practice. Jossey-Bass.
Wellington, J., & Sikes, P. (2006). A Doctorate in a Tight Compartment. Open University Press.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera