Konsep Joint Media Engagement: Cara Sehat Mendampingi Anak di Depan Layar
Joint Media Engagement (JME) adalah konsep pendampingan anak saat menggunakan media digital—seperti televisi, gawai, atau aplikasi pembelajaran—yang menekankan keterlibatan aktif orang dewasa bersama anak. Dalam pendekatan ini, orang tua atau pendidik tidak sekadar “menemani secara fisik”, tetapi ikut berinteraksi dengan anak: mengajak berbicara tentang apa yang ditonton, mengajukan pertanyaan sederhana, memberi penjelasan tambahan, serta mengaitkan konten layar dengan pengalaman nyata anak. JME memandang media sebagai alat bantu interaksi, bukan pengganti hubungan sosial antara anak dan orang dewasa.
Dalam praktiknya, Joint Media Engagement membantu anak memahami isi media secara lebih bermakna. Ketika orang dewasa ikut terlibat, anak belajar menafsirkan informasi, mengenali emosi tokoh, dan mengembangkan kosakata serta kemampuan berpikir kritis. Pendampingan ini juga berperan sebagai “filter hidup” yang membantu anak membedakan mana konten yang sesuai, mana yang perlu diluruskan, dan mana yang bisa dijadikan bahan diskusi. Dengan demikian, waktu layar tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan proses belajar dan interaksi sosial yang sehat.
Pendekatan JME juga penting untuk menjaga keseimbangan antara manfaat dan risiko penggunaan layar. Tanpa pendampingan, anak berpotensi menjadi pasif, mudah terdistraksi, atau terpapar stimulasi berlebihan. Sebaliknya, melalui JME, orang dewasa dapat mengatur durasi, memilih konten yang relevan dengan tahap perkembangan anak, serta memastikan bahwa pengalaman digital tetap sejalan dengan kebutuhan emosional dan kognitif anak. Interaksi sederhana—seperti menanyakan “menurutmu apa yang terjadi selanjutnya?”—dapat mengubah aktivitas menonton pasif menjadi pengalaman belajar yang aktif.
Trivia Menarik: Penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini dapat mengingat dan memahami konten digital dengan lebih baik ketika orang dewasa berdiskusi tentang tayangan tersebut dibandingkan ketika anak menonton sendiri. Bahkan, percakapan singkat selama menonton dapat meningkatkan pemahaman bahasa dan kemampuan bercerita anak. Fakta menarik lainnya, kualitas interaksi dalam Joint Media Engagement seringkali lebih berpengaruh daripada jenis perangkat yang digunakan—artinya, satu video sederhana yang ditonton bersama dan dibahas hangat bisa lebih bermakna daripada aplikasi canggih yang digunakan tanpa pendampingan.