Ketika Anak Mengalami Screen Fatigue: Gejala dan Strategi Pemulihan Cepat
Screen fatigue adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang muncul akibat terlalu lama menatap layar digital, baik itu ponsel, tablet, komputer, maupun televisi. Pada anak usia dini, kondisi ini semakin rentan terjadi karena struktur mata mereka masih berkembang dan sistem perhatian mereka belum stabil. Ketika penggunaan perangkat digital tidak diimbangi dengan jeda, gerak aktif, dan stimulasi lingkungan nyata, anak dapat mengalami penurunan fokus, iritasi mata, dan perubahan perilaku yang mengarah pada kelelahan layar.
Gejala screen fatigue pada anak biasanya terlihat melalui tanda-tanda seperti mata merah atau sering mengucek mata, sakit kepala ringan, sulit fokus, mudah marah, serta keengganan untuk melanjutkan aktivitas berbasis layar. Beberapa anak juga menunjukkan gejala fisik seperti leher atau punggung kaku akibat postur yang buruk saat menatap layar. Secara emosional, mereka mungkin tampak lebih sensitif, cepat lelah, atau mengalami penurunan minat terhadap kegiatan yang biasanya mereka sukai. Orang tua sering kali menyadari bahwa setelah durasi layar yang panjang, anak menjadi lebih gelisah dan sulit diarahkan.
Strategi pemulihan cepat dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana yang dapat diterapkan di rumah maupun sekolah. Pertama, gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit anak menatap layar, ajak mereka melihat objek jauh (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk merilekskan otot mata. Kedua, libatkan anak dalam aktivitas fisik singkat seperti stretching, berjalan sebentar, atau permainan motorik kasar untuk mengembalikan keseimbangan sensorik mereka. Ketiga, ciptakan kegiatan alternatif tanpa layar, seperti membaca buku, bermain peran, menggambar, atau permainan konstruktif. Keempat, pastikan pencahayaan ruangan cukup dan posisi layar sejajar dengan mata untuk mencegah ketegangan. Terakhir, kurangi kecerahan layar dan aktifkan mode blue light filter untuk mengurangi beban visual.
Selain pemulihan cepat, orang tua juga dapat menerapkan pencegahan melalui kebiasaan jangka panjang, seperti membatasi durasi layar sesuai rekomendasi usia, mendampingi penggunaan perangkat, serta memperkenalkan konsep “digital well-being” pada anak secara sederhana. Kegiatan di luar ruangan, interaksi sosial langsung, dan permainan sensori terbukti membantu mengurangi ketergantungan dan kelelahan akibat layar.
Trivia Menarik tentang Screen Fatigue pada Anak:
Tahukah Anda bahwa anak berkedip lebih jarang saat menatap layar, bahkan bisa turun hingga 60% dibanding saat beraktivitas normal? Frekuensi berkedip yang menurun inilah yang menjadi salah satu penyebab mata cepat kering dan lelah saat menggunakan perangkat digital.