Kembali ke Alam: Bermain Berbasis Alam dalam Perspektif Richard Louv
Di tengah kehidupan modern yang semakin didominasi layar digital dan ruang tertutup, bermain berbasis alam kembali menjadi perhatian penting dalam kajian perkembangan anak. Richard Louv melalui konsep nature-deficit disorder menegaskan bahwa keterpisahan anak dari alam berdampak pada kesehatan fisik, emosional, dan kognitif. Bermain di alam bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan perkembangan yang mendasar.
Fenomena ini dapat diamati secara nyata pada Briella, seorang anak yang viral melalui akun TikTok
@kimberly_briella, yang menampilkan aktivitas bermainnya yang spontan dan dekat dengan alam. Dalam berbagai unggahan yang juga dilaporkan oleh IDN Times (2023), Briella terlihat berinteraksi bebas dengan tanah, air, dedaunan, serta lingkungan sekitarnya tanpa arahan yang kaku dari orang dewasa. Perilaku yang tampak acak dan natural tersebut justru mencerminkan proses eksplorasi autentik yang penting bagi perkembangan anak.
Menurut Louv, anak yang memiliki kedekatan dengan alam menunjukkan sensitivitas sensorik yang lebih baik, kreativitas yang tinggi, serta kemampuan regulasi emosi yang lebih stabil. Alam menyediakan ruang belajar yang hidup dan tidak terstruktur. Dalam konteks ini, pengalaman Briella memperlihatkan bagaimana anak membangun pemahaman dunia melalui pengalaman langsung, bukan melalui instruksi verbal atau media digital semata.
Bermain berbasis alam memberi anak kebebasan untuk mencoba, bereksperimen, dan menemukan makna. Aktivitas sederhana seperti bermain tanah atau air memungkinkan anak mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian, serta kepercayaan diri secara alami. Selain itu, kontak dengan alam juga berkontribusi pada ketenangan emosi dan peningkatan konsentrasi anak (Chawla, 2015).
Dengan demikian, fenomena Briella melalui akun @kimberly_briella tidak hanya merepresentasikan konten hiburan digital, tetapi juga menjadi ilustrasi kontekstual tentang pentingnya bermain berbasis alam bagi perkembangan anak di era modern.
Penulis: Faizatun Nikmah dan Nurlaili Firda Yuniar
Sumber: Nurlaili Firda Yuniar
Louv, R. (2005). Last
Child in the Woods: Saving Our Children from Nature-Deficit Disorder.
Chapel Hill, NC: Algonquin Books.
Louv, R. (2011). The
Nature Principle: Human Restoration and the End of Nature-Deficit Disorder.
Chapel Hill, NC: Algonquin Books.
Chawla, L. (2015).
Benefits of nature contact for children. Journal of Planning Literature,
30(4), 433–452.
IDN Times. (2023). Potret
Kocak Briella, Bocah TikTok yang Viral.
TikTok. (2023). Akun
@kimberly_briella.