Kebijakan ECD UNESCO: Kenapa Masa Dini Anak Jadi Prioritas Banget?
Pernah nggak kepikiran kenapa UNESCO sangat menekankan ECD — alias Early Childhood Development — sebagai bagian utama kebijakan pendidikan global? Ya, karena masa dari lahir sampai sekitar 8 tahun adalah jendela emas perkembangan otak anak. Di fase inilah fondasi kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak dibangun. UNESCO
UNESCO menyatakan bahwa investasi di ECD bukan cuma soal “biar anak bisa masuk SD,” tetapi langkah strategis untuk membangun manusia seutuhnya. Layanan ECD yang inklusif bisa mendorong kesejahteraan, kesetaraan gender, dan kohesi sosial jangka panjang. UNESCO
Nah, kebijakan ECD UNESCO itu menekankan pentingnya “layanan pra-sekolah” (pre-primary care) yang fleksibel dan kontekstual — bukan sekadar “perpanjangan SD” yang kaku. Mereka menyarankan supaya program ECD dirancang sesuai usia anak dan kebutuhan lokal. UNESCO Documents+1
Bagian menarik lainnya: UNESCO mendorong agar orang tua dan pengasuh juga dilibatkan dalam kebijakan ECD — karena tumbuh kembang anak itu bukan cuma urusan guru, tapi juga keluarga. Perspektif tradisional pengasuhan bisa digabung dengan praktik modern supaya lebih efektif. UNESCO Documents
Ada juga usulan untuk menggunakan indikator ECD yang sistematis — supaya negara bisa mengukur sejauh mana kebijakan ECD benar-benar berdampak. Indikator ini meliputi aspek kesehatan, program, dan hasil perkembangan anak. UNESCO Documents
Implementasinya pun tidak semata-mata di ranah pendidikan: harus ada kolaborasi multisektor. Kebijakan ECD idealnya melibatkan kementerian kesehatan, sosial, pendidikan, bahkan organisasi masyarakat. Itu demi memastikan anak mendapat asupan gizi, stimulasi, dan perlindungan. Anakku Sehat dan Cerdas+1
UNESCO juga memandang bahwa guru ECD (pengasuh anak usia dini) perlu dipersiapkan dengan baik. Kebijakan menyebut bahwa negara-negara sebaiknya memperkuat pelatihan guru pra-sekolah agar punya kompetensi kualitas dalam mendukung tumbuh kembang anak yang holistik. UNESCO Documents
Salah satu tantangan dalam implementasi kebijakan ECD adalah soal pendanaan dan komitmen politik. Tidak semua negara punya sistem anggaran yang stabil untuk menjalankan layanan ECD berkualitas. Bahkan, pada laporan UNESCO lama, hanya sebagian negara yang sudah mengadopsi kebijakan ECD multisektor. UNESCO Documents
Tapi menariknya, UNESCO juga mendorong partisipasi masyarakat. Contohnya, model pusat perawatan komunitas berbasis lokal (community-based ECCE) bisa jadi solusi yang lebih inklusif dan menjangkau anak dari kelompok rentan. UNESCO
Di ranah global, UNESCO terus mendorong negara-negara mengadopsi Strategi Kemitraan Global untuk ECD agar bisa menjaga kesinambungan kebijakan dan praktik. Dengan kerja sama antara pemerintah, donor internasional, dan komunitas lokal, kebijakan ECD bisa jadi lebih nyata dampaknya. UNESCO
Akhirnya, kalau kebijakan ECD UNESCO ini diadaptasi dengan baik oleh negara seperti Indonesia, efeknya bisa luar biasa: generasi masa depan lebih sehat, cerdas, dan emosional kuat. Jadi, ya, prioritas ECD bukan sekadar wacana — ini fondasi masa depan!