Dua Sekaligus, Tetap Hangat: Tips dan Trik Orangtua Mengasuh Anak Kembar
Memiliki anak kembar sering dianggap sebagai kejutan besar dalam hidup orangtua. Bahagia tentu, tetapi juga penuh tantangan yang unik dan berbeda dibandingkan mengasuh satu anak. Sejak awal, orangtua perlu beradaptasi dengan ritme ganda yang menuntut kesiapan fisik, emosional, dan mental.
Secara pengertian, anak kembar adalah dua anak yang lahir dari satu kehamilan, baik kembar identik maupun tidak identik. Dalam konteks pengasuhan anak usia dini, kembar membutuhkan pendekatan yang seimbang antara perlakuan yang adil dan pengakuan terhadap keunikan masing-masing anak.
Tantangan pertama biasanya muncul dari manajemen waktu dan energi. Orangtua harus memenuhi kebutuhan dua anak sekaligus, mulai dari makan, tidur, hingga stimulasi bermain. Contohnya, saat satu anak membutuhkan perhatian ekstra karena rewel, anak lainnya tetap membutuhkan respon yang sama hangatnya.
Tips penting bagi orangtua adalah membangun rutinitas yang konsisten namun fleksibel. Jadwal tidur dan makan yang teratur membantu anak kembar merasa aman dan memudahkan orangtua mengelola aktivitas harian. Rutinitas ini juga membantu anak belajar disiplin sejak dini.
Orangtua sering kali terjebak memperlakukan anak kembar sebagai satu paket. Padahal, setiap anak memiliki kepribadian, minat, dan tempo perkembangan yang berbeda. Trik sederhana adalah menyediakan waktu khusus, meski singkat, untuk masing-masing anak agar mereka merasa dihargai sebagai individu.
Dalam hal stimulasi perkembangan, orangtua dapat menggunakan permainan yang sama tetapi dengan pendekatan berbeda. Misalnya, saat bermain balok, satu anak mungkin lebih tertarik menyusun tinggi, sementara yang lain fokus pada warna. Perbedaan ini justru menjadi peluang belajar yang kaya.
Komunikasi positif juga menjadi kunci. Menghindari perbandingan antar anak kembar sangat penting untuk menjaga kepercayaan diri mereka. Alih-alih berkata siapa yang lebih cepat atau lebih pintar, orangtua dapat menekankan usaha dan proses yang dilakukan masing-masing anak.
Dari sisi emosi, anak kembar sering memiliki ikatan yang sangat kuat satu sama lain. Orangtua perlu menghargai ikatan ini, sekaligus melatih kemandirian. Contohnya, membiasakan anak bermain dengan teman lain di luar saudara kembarnya agar keterampilan sosial berkembang seimbang.
Dukungan lingkungan sangat membantu orangtua anak kembar. Keluarga besar, komunitas orangtua, dan guru PAUD dapat menjadi tempat berbagi pengalaman dan strategi pengasuhan yang realistis dan saling menguatkan.
Orangtua juga perlu menjaga kesehatan diri sendiri. Mengasuh anak kembar bisa melelahkan, sehingga meminta bantuan dan memberi waktu istirahat bagi diri sendiri bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari pengasuhan yang sehat.
Pada akhirnya, mengasuh anak kembar adalah perjalanan belajar bersama. Dengan tips dan trik yang tepat, orangtua tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga menumbuhkan hubungan keluarga yang hangat dan saling mendukung.
Referensi:
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience Human Development.
UNICEF. (2020). Parenting in Early Childhood.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
SDGs terkait: SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Kesetaraan Gender