Belajar di Alam Terbuka: Outdoor Learning yang Seru dan Bermakna untuk PAUD
Outdoor learning pada PAUD adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan luar ruang sebagai sumber belajar utama bagi anak usia dini. Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di halaman sekolah, taman, kebun, atau ruang terbuka lain yang aman dan ramah anak.
Dalam pengertian sederhana, outdoor learning memberi kesempatan anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Anak mengamati, menyentuh, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga proses belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Bagi anak usia dini, alam adalah ruang belajar yang alami. Rumput, tanah, air, dan cahaya matahari menjadi media belajar yang kaya makna. Anak belajar tentang sains, motorik, dan emosi secara bersamaan tanpa merasa sedang “belajar” secara formal.
Contoh outdoor learning dapat dilihat saat anak diajak mengamati serangga di taman. Dari aktivitas ini, anak belajar mengenal makhluk hidup, melatih rasa ingin tahu, sekaligus belajar bersabar dan menghargai kehidupan.
Outdoor learning juga mendukung perkembangan motorik kasar anak. Kegiatan seperti berlari, melompat, memanjat, atau berjalan di permukaan berbeda membantu anak mengembangkan koordinasi tubuh dan kekuatan fisik secara alami.
Selain aspek fisik, pembelajaran luar ruang juga memperkaya perkembangan sosial dan emosional. Anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan berkomunikasi dengan teman saat bermain dan mengeksplorasi lingkungan bersama.
Peran guru dalam outdoor learning sangat penting sebagai fasilitator. Guru merancang kegiatan yang aman, bermakna, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sekaligus memberi ruang kebebasan agar anak dapat bereksplorasi.
Outdoor learning tidak selalu membutuhkan fasilitas mahal. Halaman sekolah, pot tanaman, atau sudut alam sederhana sudah cukup menjadi ruang belajar yang efektif jika dimanfaatkan secara kreatif.
Pendekatan ini juga membantu anak membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Anak belajar mencintai alam dengan cara sederhana, seperti merawat tanaman atau menjaga kebersihan area bermain.
Bagi PAUD, outdoor learning menjadi jembatan antara bermain dan belajar. Anak merasa bahagia, aktif, dan terlibat penuh dalam proses pembelajaran yang bermakna.
Pada akhirnya, outdoor learning pada PAUD bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi bagian penting dari pendidikan holistik. Melalui belajar di alam terbuka, anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, peduli, dan bersemangat belajar.
Referensi:
Fjørtoft, I. (2004). Landscape as Playscape: The Effects of Natural Environments on Children’s Play and Motor Development. Children, Youth and Environments.
Berk, L. E. (2013). Child Development. Pearson Education.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pembelajaran PAUD Berbasis Bermain.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim