Belajar Bahasa Daerah Sejak Dini: Akar Identitas di PAUD
Pembelajaran bahasa daerah di PAUD menjadi langkah penting dalam menanamkan identitas budaya sejak usia dini. Di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa nasional serta asing, anak-anak perlu tetap dikenalkan pada bahasa ibu yang hidup di lingkungan terdekat mereka. PAUD menjadi ruang strategis untuk mengenalkan bahasa daerah secara alami dan menyenangkan.
Secara pengertian, pembelajaran bahasa daerah di PAUD adalah proses mengenalkan dan membiasakan anak menggunakan bahasa lokal sebagai bagian dari kegiatan belajar dan bermain. Bahasa daerah tidak diajarkan sebagai mata pelajaran formal, melainkan dihadirkan dalam konteks keseharian anak.
Contoh penerapan pembelajaran bahasa daerah dapat dilakukan melalui lagu daerah, cerita rakyat, permainan tradisional, atau percakapan sederhana antara guru dan anak. Anak belajar kosakata baru tanpa merasa terbebani, karena bahasa hadir dalam suasana yang akrab dan bermakna.
Bahasa daerah berperan besar dalam perkembangan bahasa anak. Anak yang dikenalkan pada lebih dari satu bahasa sejak dini cenderung memiliki fleksibilitas berpikir dan kepekaan linguistik yang lebih baik. Bahasa daerah menjadi fondasi kuat sebelum anak mengenal bahasa lain.
Selain aspek kognitif, pembelajaran bahasa daerah juga memperkuat perkembangan sosial dan emosional. Anak merasa lebih dekat dengan lingkungan keluarga dan masyarakatnya ketika bahasa yang digunakan di sekolah selaras dengan bahasa di rumah.
Peran guru sangat penting dalam pembelajaran bahasa daerah di PAUD. Guru tidak harus fasih secara akademik, tetapi mampu menggunakan bahasa daerah secara kontekstual dan konsisten. Sikap positif guru akan membangun rasa bangga anak terhadap bahasanya.
Lingkungan belajar yang mendukung akan membuat anak lebih percaya diri menggunakan bahasa daerah. Ketika anak tidak ditertawakan atau dikoreksi secara berlebihan, mereka akan berani mencoba dan berinteraksi.
Pembelajaran bahasa daerah juga menjadi sarana pelestarian budaya. Melalui bahasa, nilai-nilai lokal, sopan santun, dan cara pandang masyarakat diwariskan kepada generasi muda sejak dini.
Di era modern, pembelajaran bahasa daerah tetap bisa dikemas secara kreatif. Media visual, boneka tangan, dan cerita bergambar dapat membantu anak memahami makna kata tanpa kehilangan nuansa lokal.
Kolaborasi dengan orangtua memperkuat pembelajaran bahasa daerah. Ketika bahasa yang sama digunakan di rumah dan sekolah, anak akan lebih cepat memahami dan menggunakannya secara alami.
Dengan demikian, pembelajaran bahasa daerah di PAUD bukanlah langkah mundur, melainkan strategi cerdas untuk membangun anak yang berakar kuat dan siap menghadapi dunia global. Bahasa daerah menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan anak.
Referensi:
UNESCO. (2019). International Year of Indigenous Languages.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Pelestarian Bahasa Daerah melalui Pendidikan.
Santrock, J. W. (2020). Child Development.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai.
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh