Balik ke Ritme Belajar: Kesiapan Anak Usia Dini Pasca Liburan Panjang
Cover edited
Kesiapan belajar anak usia dini pasca liburan panjang adalah kondisi ketika anak secara fisik, emosional, sosial, dan kognitif siap kembali mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Liburan panjang sering kali membawa perubahan besar pada rutinitas anak, mulai dari jam tidur yang bergeser, pola bermain yang lebih bebas, hingga intensitas interaksi dengan keluarga yang lebih tinggi.
Bagi anak usia dini, liburan adalah momen menyenangkan sekaligus nyaman. Anak merasa aman karena berada di rumah dan bersama orang-orang terdekatnya. Ketika liburan usai, anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan sekolah yang memiliki aturan, jadwal, dan tuntutan sosial tertentu.
Kesiapan belajar tidak selalu berarti anak langsung fokus dan patuh sejak hari pertama masuk sekolah. Kesiapan belajar lebih pada kemampuan anak untuk menerima perubahan, mengelola emosi, serta menunjukkan minat untuk kembali terlibat dalam aktivitas belajar dan bermain di sekolah.
Contoh yang sering terjadi adalah anak yang menjadi lebih mudah bosan atau sulit berkonsentrasi di minggu awal sekolah. Hal ini bukan tanda kemunduran, melainkan sinyal bahwa anak sedang beradaptasi. Dengan pendampingan yang tepat, kondisi ini biasanya akan membaik secara bertahap.
Peran orang tua sangat menentukan kesiapan belajar anak. Orang tua dapat membantu dengan membangun kembali rutinitas harian secara perlahan, seperti waktu tidur, waktu bangun, dan kebiasaan pagi sebelum sekolah. Obrolan santai tentang sekolah juga membantu membangkitkan kembali rasa antusias anak.
Guru juga memegang peran penting dalam mendukung kesiapan belajar anak pasca liburan. Guru dapat merancang kegiatan awal yang bersifat ringan, menyenangkan, dan tidak menekan anak. Bermain, bercerita, dan kegiatan eksploratif menjadi jembatan yang efektif sebelum masuk ke kegiatan belajar yang lebih terstruktur.
Lingkungan kelas yang hangat dan menerima akan membuat anak merasa aman secara emosional. Ketika anak merasa diterima, rasa percaya dirinya tumbuh dan kesiapan belajarnya meningkat. Hal sederhana seperti sapaan hangat dan pujian kecil dapat memberi dampak besar.
Kesiapan belajar juga berkaitan erat dengan aspek sosial anak. Setelah lama berada di rumah, anak perlu menyesuaikan kembali diri dalam interaksi dengan teman sebaya. Proses ini membantu anak belajar berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama.
Jika kesiapan belajar diabaikan, anak bisa mengalami penolakan terhadap sekolah dalam jangka waktu lebih lama. Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa untuk memahami bahwa adaptasi pasca liburan adalah proses yang wajar dan membutuhkan kesabaran.
Pada akhirnya, kesiapan belajar anak usia dini pasca liburan panjang bukan tentang seberapa cepat anak bisa kembali “normal”, tetapi tentang seberapa baik anak didampingi dalam proses transisinya. Dengan dukungan yang konsisten, anak akan kembali menemukan ritme belajarnya dengan lebih nyaman dan bahagia.
Created
Penulis edit dan Cover Edit : Faizatun Nikmah
Tulisan Dibuat Oleh : Ai
Referensi:
UNESCO. (2019). Happy Schools: A Framework for Learner Well-being.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Transisi PAUD ke Sekolah Dasar.
Pianta, R. C. (2006). School Readiness and the Transition to Kindergarten.
SDGs terkait: SDG 4 Pendidikan Berkualitas