Temu Kolegial PERPAUDI S2-S3 PAUD se-Indonesia 2025: Soroti Learning Outcome dan Capaian Pembelajaran Pendidikan Tinggi
Jumat, 4 Juli 2025 — Dalam semangat memperkuat mutu pendidikan anak usia dini di tingkat lanjut, PERPAUDI (Perhimpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia) menyelenggarakan Temu Kolegial Nasional yang mempertemukan para pengelola program studi, dosen, peneliti, dan pemangku kepentingan dari jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) PAUD dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ruang dialog akademik yang mendalam untuk membahas urgensi penyelarasan learning outcome serta penyempurnaan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dalam kurikulum pendidikan tinggi yang lebih kontekstual, adaptif, dan berbasis tantangan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan diskusi yang hangat mengenai bagaimana perguruan tinggi saat ini harus merespon perubahan paradigma pendidikan, terutama dalam mencetak lulusan yang bukan hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di dunia nyata. Para peserta menekankan bahwa learning outcome bukan lagi sekadar daftar capaian kognitif, tetapi harus merepresentasikan keterampilan abad 21, kepemimpinan etis, serta kepekaan sosial terhadap konteks anak dan komunitasnya. Dalam konteks itu, kurikulum S2 dan S3 PAUD perlu terus ditinjau ulang agar mampu mendorong lahirnya lulusan yang kritis, solutif, dan berkontribusi nyata bagi transformasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Salah satu hal menarik dalam temu kolegial ini adalah perbincangan mengenai pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang semakin menjadi standar dalam merancang kurikulum pendidikan tinggi. Pendekatan ini menuntut adanya kesinambungan antara CPL, mata kuliah, metode asesmen, dan profil lulusan yang ingin dihasilkan. Diskusi berjalan sangat aplikatif, termasuk mengangkat contoh praktik kurikulum yang telah berhasil mengintegrasikan riset lokal, teknologi pembelajaran, serta nilai-nilai keberlanjutan dan inklusi sosial ke dalam pembelajaran PAUD tingkat pascasarjana.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah evaluasi bersama terhadap kesenjangan antara standar nasional dan realitas implementasi kurikulum di berbagai institusi. Para peserta saling bertukar pengalaman tentang proses review kurikulum, penyusunan perangkat asesmen autentik, hingga strategi penguatan daya saing lulusan dalam bidang riset dan inovasi pendidikan anak. Ada semangat kolektif untuk membangun kesepahaman nasional mengenai kurikulum PAUD jenjang S2 dan S3, termasuk kemungkinan menyusun panduan acuan capaian pembelajaran lulusan yang bersifat kolaboratif lintas kampus.
Temu kolegial ini juga menjadi pemicu lahirnya inisiatif untuk membentuk forum jejaring riset pascasarjana PAUD se-Indonesia yang berfokus pada kolaborasi penelitian, pertukaran sumber daya dosen, serta pengembangan publikasi ilmiah yang berkelanjutan. Harapannya, pertemuan ini tidak hanya menjadi forum tahunan, tetapi melahirkan gerakan akademik yang lebih konkret dalam membangun mutu pendidikan anak usia dini dari hulu hingga hilir, dari ruang kuliah hingga ruang praktik di lapangan.
Penulis: Nurlaili Firda Yuniar (S1 PGPAUD UNESA)
Editor: Nurlaili Firda Yuniar (S1 PGPAUD UNESA)