Ide Menarik ! Pembelajaran Tematik Sayuran Berbasis Aktivitas Motorik dan Numerasi pada Anak Usia Dini
[ https://s3paud.fip.unesa.ac.id/ ] Pembelajaran anak usia dini membutuhkan pendekatan yang menyenangkan, konkret, dan mampu melibatkan anak secara aktif selama proses belajar berlangsung. Salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran tematik berbasis aktivitas motorik dan numerasi yang dikemas melalui permainan interaktif sesuai karakteristik anak usia dini.
Mahasiswa PLP PAUD Angkatan 2023 periode 2025/2026 Genap di TK Islam Al-Azhar 15 Pakuwon City Surabaya, Nurlaili Firda Yuniar, mengimplementasikan pembelajaran bertema sayuran melalui berbagai aktivitas eksploratif yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan motorik dan numerasi anak TK B. Menurut Nurlaili, pembelajaran pada anak usia dini akan lebih bermakna apabila anak belajar melalui pengalaman langsung dan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak usia dini lebih mudah memahami pembelajaran ketika mereka terlibat langsung dalam aktivitas bermain dan eksplorasi. Karena itu, tema sayuran dikembangkan menjadi beberapa kegiatan motorik, numerasi, dan kreativitas agar anak tidak hanya duduk mendengarkan materi,” ujarnya.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan penggunaan AVA (Audio Visual Aids) berupa media visual interaktif untuk mengenalkan berbagai macam sayuran kepada peserta didik. Melalui media tersebut, anak diajak mengamati bentuk, nama, dan warna sayuran secara bersama-sama. Penggunaan AVA membantu peserta didik lebih fokus selama pembelajaran serta mempermudah anak memahami materi melalui tampilan visual yang menarik dan konkret.

Setelah kegiatan pengenalan materi, peserta didik mengikuti aktivitas PIBIKOK (Menjepit Sayur sambil Jongkok). Pada kegiatan tersebut, anak diminta menjepit gambar sayuran sambil melakukan gerakan jongkok secara bergantian. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih keseimbangan tubuh, koordinasi motorik kasar, konsentrasi, dan kemampuan mengikuti instruksi sederhana.

Selain aktivitas motorik, pembelajaran juga dikembangkan melalui kegiatan Tomato Mathematic. Peserta didik diajak mengenal konsep penjumlahan sederhana menggunakan media gambar tomat yang disusun menjadi permainan berhitung interaktif. Penggunaan media visual dan benda konkret membantu anak memahami konsep numerasi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Tidak hanya itu, kegiatan pembelajaran juga diperkuat melalui aktivitas kreatif berupa Craft Wayang Olaf Sayuran. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik membuat karya sederhana bertema sayuran melalui aktivitas menempel dan menghias media. Kegiatan ini membantu mengembangkan motorik halus, kreativitas, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan ide melalui karya sederhana.
Implementasi pembelajaran tematik berbasis aktivitas interaktif tersebut menunjukkan bahwa anak lebih antusias dan aktif mengikuti pembelajaran ketika kegiatan dikemas melalui permainan, gerak tubuh, dan eksplorasi langsung. Pendekatan ini sejalan dengan konsep child-centered learning yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak usia dini.
Selain mendukung perkembangan motorik dan numerasi, pembelajaran tema sayuran juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui kegiatan belajar yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Melalui inovasi pembelajaran tematik seperti ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang mampu menstimulasi kreativitas, interaksi sosial, kemampuan berpikir, serta keterampilan dasar anak secara terpadu.
Penulis: Nurlaili Firda Yuniar
Editor: Nurlaili Firda Yuniar