Forsivent Board Activity, Inovasi Mahasiswa PG-PAUD UNESA untuk Menstimulasi Motorik Halus dan Kognitif Anak
Inovasi media pembelajaran menjadi salah satu upaya
penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik sekaligus sesuai
dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Berangkat dari hasil observasi
dan wawancara di TK Islam Al-Azhar 15 Surabaya, mahasiswa PG-PAUD Universitas
Negeri Surabaya mengembangkan sebuah mini proyek individu berupa Media
Forsivent Board Activity yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan motorik
halus dan kognitif anak usia dini.
Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh temuan di
kelas TK B Madinah yang menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami
kesulitan dalam keterampilan motorik halus, terutama saat memegang alat tulis
dan menuliskan angka dengan tepat. Selain itu, beberapa anak juga masih
mengalami kebingungan dalam mengenali arah penulisan angka sehingga membutuhkan
stimulasi yang lebih konkret dan menyenangkan melalui aktivitas bermain.
Melalui Forsivent Board Activity, anak-anak diajak
belajar melalui berbagai aktivitas interaktif yang menggabungkan unsur bermain
dan pembelajaran. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menghantarkan stek
batang bunga menggunakan truk mainan menuju lokasi yang telah ditentukan.
Aktivitas ini melatih koordinasi mata dan tangan sekaligus membantu anak
memahami konsep arah, jarak, dan pemecahan masalah sederhana.
Kegiatan lainnya adalah menusuk tanaman bunga sesuai
instruksi angka yang diberikan. Melalui permainan ini, anak belajar mengenali
angka sambil mengembangkan kontrol gerakan jari, ketelitian, konsentrasi, serta
kemampuan mengikuti instruksi. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap
tahapan permainan karena media yang digunakan menarik dan memberikan pengalaman
belajar secara langsung.
Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup ketika anak-anak
mencoba menyelesaikan berbagai tantangan yang terdapat pada media. Mereka tidak
hanya belajar mengenal angka, tetapi juga berlatih berpikir, mengambil
keputusan sederhana, serta mengembangkan rasa percaya diri saat berhasil
menyelesaikan tugas yang diberikan.
Tahukah Kamu?
Kemampuan motorik halus berperan penting dalam kesiapan
anak belajar menulis, menggambar, menggunting, dan melakukan berbagai aktivitas
sehari-hari secara mandiri.
Aktivitas bermain yang melibatkan gerakan tangan dan jari
dapat membantu memperkuat otot-otot kecil yang dibutuhkan anak saat menulis.
Media pembelajaran berbasis permainan membuat anak lebih
mudah memahami konsep karena mereka belajar melalui pengalaman langsung, bukan
hanya mendengarkan penjelasan guru.
Melalui pengembangan Media Forsivent Board Activity,
mahasiswa PG-PAUD UNESA menunjukkan bahwa pembelajaran yang kreatif dapat
menjadi solusi untuk membantu mengoptimalkan perkembangan anak usia dini.
Dengan menggabungkan unsur bermain, eksplorasi, dan pemecahan masalah, anak
memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi
perkembangan motorik halus dan kognitif mereka.